SELAMAT DATANG DI WEBSITE KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN LAMPUNG (0721) 7697026


*Seorang Nelayan Tenggelam di Perairan Kuala Penet ditemukan Meninggal Dunia*


 Kuala Penet - Seorang Nelayan tenggelam di Perairan Kuala Penet Lampung Timur ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 3 Juni 2022. 

Kejadian berawal pada hari Kamis (02/06) pukul 11.00 WIB Kapal klotok sedang berlayar pulang dari perairan kuala Gambas menuju Gading Mas, sesampainya diperairan laut Kuala Penet tiba-tiba  kapal klotok mengalami mati mesin lalu korban memeriksa baling baling lalu melempar jangkar dan terjatuh ke laut. Korban a.n. Riyanto (17) merupakan warga Komplek Trans Desa Muara Gading Mas RT 43 RW 21, Kec. Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur.


Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima laporan tsb dari Bp. Indra (Kepala Pos Polair Labuhan Maringgai) pd Kamis (02/06) pukul 16.28 WIB. Menindaklanjuti laporan tsb, Basarnas Lampung mengirimkan personil rescue Pos SAR Bakauheni untuk menuju ke lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian dan pertolongan. Tiba di lokasi tim pos sar bakauheni langsung berkoordinasi dg potensi sar dan pihak keluarga untuk menyusun rencana pencarian pada hari Jumat (03/06). 

Pencarian dilanjutkan kembali pd Jumat (06/05) pukul 07.30 WIB. Pencarian dibagi menjadi 2 tim. Tim 1 melaksanakan pencarian dengan menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) 02  milik Basarnas, tim 2 melaksanakan pencarian dengan menggunakan perahu nelayan. Pencarian juga direncanakan akan menggunakan Aquaeye milik Basarnas di lokasi diduga korban berada utk pencarian di bawah permukaan air. Pukul 08.45 WIB pihak keluarga melihat jenazah korban terapung sekitar 4 km dari lokasi kejadian. Selanjutnya tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah menuju rumah duka.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Jumaril, S.E., M.M. yg diwakili oleh Koordinator Pos SAR Bakauheni Denny Mezzu membenarkan info penemuan korban tsb. "Jenazah korban a.n. Riyanto ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah duka." Ujar Mezzu. (hms)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : lampungadmin
3 June 20:40 WIB