<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://lampung.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://lampung.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 17:35:15 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Kantor SAR Lampung Antisipasi Potensi Gempa Megathrust, Susun Rencana Kontingensi SAR]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-lampung-antisipasi-potensi-gempa-megathrust-susun-rencana-kontingensi-sar</link>
                <description><![CDATA[<p>Bandarlampung (30/10/2025) &mdash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Kontingensi SAR sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gempa bumi megathrust yang dapat berdampak besar terhadap wilayah Provinsi Lampung dan sekitarnya.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Bandarlampung ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, serta diikuti unsur TNI-Polri, BPBD, instansi pemerintah, akademisi, relawan, dan organisasi kemanusiaan.</p>
<p>Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso menegaskan bahwa penyusunan rencana kontingensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak bencana megatrust di propinsi lampung</p>
<p>&ldquo;Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana datang, tapi kita bisa mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Rencana kontingensi ini akan menjadi panduan operasional bagi seluruh unsur sehingga dapat bergerak secara cepat, tepat, terpadu dan terkoordinasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dengan adanya rencana kontingensi ini, Basarnas melalui Kantor SAR Lampung berharap sistem kesiapsiagaan di Provinsi Lampung semakin kuat, terpadu, dan terkoordinasi. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12675</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:51:28 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN KORBAN TENGGELAM DI SUNGAI WAY PENGUBUAN LAMPUNG TENGAH]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-korban-tenggelam-di-sungai-way-pengubuan-lampung-tengah</link>
                <description><![CDATA[<p>Lampung Tengah &ndash; Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di Sungai Way Pengubuan, Kampung Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (15/10/2025) sore. Korban diketahui bernama Herwansah Bin Ishak (28), warga Dusun 1 Kampung Terbanggi Besar.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. melalui Dantim Rescuer Rachmat Afriza menjelaskan, informasi awal diterima pada Selasa (14/10) pukul 19.10 WIB dari Kepala Kampung Terbanggi Besar, Zakaria, yang melaporkan adanya seorang warga tenggelam di sungai setempat.</p>
<p>&ldquo;Korban awalnya hendak memancing di sekitar sungai dan mencoba menyeberang dengan berenang. Namun diduga kelelahan di tengah arus dan tenggelam. Warga yang melihat sempat berusaha menolong, tetapi korban sudah tidak terlihat di permukaan,&rdquo; ujar Rachmat.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, tim rescue Kantor SAR Lampung segera diberangkatkan ke lokasi kejadian menggunakan peralatan SAR air. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan koordinasi dengan aparat setempat serta melaksanakan pemantauan di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet.</p>
<p>Upaya pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (15/10), dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU I melakukan penyisiran permukaan menggunakan perahu karet sejauh 1,5 km dari lokasi kejadian, sementara SRU II melakukan penyelaman di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam.</p>
<p>&ldquo;Sekitar pukul 15.30 WIB, tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia berjarak sekitar tiga meter dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,&rdquo; jelas Rachmat.</p>
<p>Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 16.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>
<p>Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor SAR Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Tengah, Polsek Terbanggi Besar dan unsur masyarakat setempat.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Lampung melalui Dantim Rescuer Rachmat Afriza menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja sama dan koordinasi yang baik dalam pelaksanaan operasi pencarian ini.</p>
<p>&ldquo;Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan operasi. Sinergi yang solid antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan setiap misi kemanusiaan,&rdquo; pungkasnya. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12669</guid>
                <pubDate>Sun, 05 Apr 2026 20:07:41 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Seorang Anak Tenggelam di Pantai Karang Maritim, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal Dunia]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/seorang-anak-tenggelam-di-pantai-karang-maritim-tim-sar-gabungan-temukan-korban-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p>Bandar Lampung &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menutup operasi pencarian terhadap seorang anak bernama M. Bilal (5) yang tenggelam di Pantai Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Korban ditemukan pada Selasa (23/9/2025) pagi dalam keadaan meninggal dunia setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di sekitar pantai bersama kakaknya.</p>
<p>Peristiwa bermula pada Senin (22/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban bersama kakaknya, Balqis (7), bermain di area Pantai Karang Maritim. Tak lama berselang, sekitar pukul 17.15 WIB, seorang nelayan menemukan Balqis dalam keadaan lemas diduga akibat tenggelam. Balqis segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, adiknya, M. Bilal, tidak terlihat di sekitar lokasi.</p>
<p>Keluarga dan masyarakat sekitar kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Lampung melalui Nahkoda KN SAR Basudewa. Informasi resmi masuk pada pukul 19.43 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Kansar Lampung segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi perjalanan sekitar 1 jam 20 menit.</p>
<p>Setibanya di lokasi pada pukul 21.23 WIB, Tim SAR Gabungan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan pencarian menggunakan tiga rubber boat dengan teknik penyisiran permukaan air. Hingga pukul 23.30 WIB, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan dilanjutkan pada hari berikutnya.</p>
<p>Pada Selasa (23/9/2025) sekitar pukul 05.54 WIB, sebelum briefing operasi hari kedua dimulai, korban akhirnya terlihat mengambang di sekitar lokasi kejadian dengan jarak hanya sekitar 5 meter dari LKP (Last Known Position). Korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos. diwakili oleh Dantim Rescuer Febri Yanda, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini.</p>
<p>&ldquo;Kami atas nama keluarga besar Kantor SAR Lampung menyampaikan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Operasi SAR telah dilakukan secara maksimal bersama seluruh unsur terkait, dan syukur korban dapat segera ditemukan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 06.45 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat meliputi Tim Rescue Kansar Lampung, KN SAR Basudewa, Polairud Polda Lampung, Polres Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, Satpol PP Kota Bandar Lampung, Polsek Panjang, Koramil Panjang, FRRL, RAPI Kota Bandar Lampung, serta keluarga dan masyarakat sekitar. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12663</guid>
                <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 17:35:15 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian ABK KM Bintang Laju Lestari di Perairan Pesisir Barat]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-lanjutkan-pencarian-abk-km-bintang-laju-lestari-di-perairan-pesisir-barat</link>
                <description><![CDATA[<p>Pesisir Barat &ndash; Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laju Lestari yang terjatuh di perairan Pesisir Barat, Lampung. Korban diketahui bernama Ivan Permana Putra (28), warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Wiradesa.</p>
<p>Memasuki hari kelima operasi, Kamis (18/9/2025), tim SAR gabungan mengintensifkan pencarian dengan membagi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU I menggunakan Double Stabilize Boat milik Basarnas melakukan penyisiran sejauh &plusmn;6 nautical mile dari Pantai Labuan Jukung ke arah selatan, sesuai rencana pergerakan di beberapa titik koordinat. Sementara SRU II melakukan penyisiran menggunakan perahu jukung BPBD menuju Pulau Pisang.</p>
<p>Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan nakhoda KM Bintang Laju Lestari, potensi SAR di wilayah setempat, serta para nelayan yang melintas di sekitar lokasi. Cuaca di hari kelima dilaporkan hujan ringan dengan angin maksimum 10 knot dan gelombang mencapai 2,5 hingga 3 meter.</p>
<p>Adapun unsur yang terlibat dalam operasi terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, Polairud Polda Lampung, Pos AL Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, serta nelayan setempat.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. melalui Komandan Pos SAR Tanggamus Robi Rusli menyampaikan bahwa tim akan terus mengoptimalkan pencarian meskipun kondisi cuaca cukup menantang.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Kami bersama unsur SAR gabungan berkomitmen melaksanakan pencarian secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Koordinasi dengan nelayan dan potensi SAR lainnya juga terus dilakukan agar area pencarian semakin luas terpantau,&rdquo; ujar Robi.</p>
<p>Hingga laporan ini disampaikan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan terus melanjutkan operasi dan perkembangan selanjutnya akan diinformasikan lebih lanjut. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12657</guid>
                <pubDate>Sun, 05 Apr 2026 20:34:39 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Nelayan di Perairan Pulau Sebesi]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-jenazah-nelayan-di-perairan-pulau-sebesi</link>
                <description><![CDATA[<p>LAMPUNG SELATAN &ndash; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang nelayan bernama Casmito (50) yang ditemukan mengambang di perairan Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (16/9/2025) pagi. Korban diketahui merupakan warga Kampung Nelayan, Kabupaten Pandeglang, Banten.</p>
<p>Laporan penemuan jenazah diterima oleh Pos SAR Bakauheni pada pukul 06.45 WIB dari seorang anggota Polisi Air dan Udara (Polairud), Wili. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Lampung segera memberangkatkan satu tim rescue Pos SAR Bakauheni menuju lokasi kejadian.</p>
<p>Tim SAR gabungan, yang terdiri dari unsur Pos SAR Bakauheni, Polairud Polres Lampung Selatan, Polairud Polda Lampung, dan Pos AL Kalianda, tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB. Proses evakuasi segera dilakukan pada koordinat 5&deg; 58.080'S - 105&deg; 30.036'T.</p>
<p>Dengan menggunakan RIB 02 Lampung, tim berhasil mengevakuasi jenazah Casmito pada pukul 10.20 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bob Bazar untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.</p>
<p>"Dengan telah dievakuasinya korban, maka operasi SAR ini dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup," ujar &nbsp;Restu Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh tim yang terlibat dalam operasi ini. (***)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12651</guid>
                <pubDate>Sun, 05 Apr 2026 20:34:54 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SELURUH KORBAN DITEMUKAN, OPERASI SAR KM TEGAR JAYA DINYATAKAN SELESAI]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/seluruh-korban-ditemukan-operasi-sar-km-tegar-jaya-dinyatakan-selesai</link>
                <description><![CDATA[<p>Pesawaran &ndash; Tim SAR Gabungan pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian korban &nbsp;kapal KM Tegar Jaya tenggelam di perairan Pulau Tegal Mas telah selesai dengan ditemukannya korban a.n. Kasbani (50) pada Jumat (29/08/2025).</p>
<p>Sampai dengan pukul 17.00 WIB, tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian sesuai dengan SAR Map Prediction dengan radius 12 Nautical Mile, dibantu oleh unsur TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, serta nelayan sekitar.</p>
<p>Pada saat tim hendak kembali menuju Pelabuhan Panjang sekitar pukul 17.35 WIB, diperoleh informasi dari nelayan dan warga sekitar mengenai penemuan satu jenazah di pesisir Pantai Wai Lunik. Tim SAR Gabungan segera menuju lokasi, dan pada pukul 18.08 WIB berhasil mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD Abdul Moeloek.</p>
<p>Dari hasil konfirmasi pihak keluarga di RS Abdul Muluk, korban teridentifikasi bernama Kasbani (50), salah satu ABK KM Tegar Jaya yang sebelumnya dalam pencarian.</p>
<p>Dengan ditemukannya korban tersebut, maka pada pukul 18.30 WIB operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos. menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. "Dengan ditemukannya korban terakhir atas nama Kasbani, operasi SAR kami nyatakan selesai.", tegasnya.&nbsp;</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang telah terlibat, baik dari TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, maupun nelayan sekitar yang menunjukkan sinergitas luar biasa dalam operasi ini.&rdquo;, tutup Deden. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12645</guid>
                <pubDate>Mon, 30 Mar 2026 22:08:52 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[UPDATE PENCARIAN KORBAN KAPAL NELAYAN TENGGELAM DI PERAIRAN TEGAL MAS, 16 DITEMUKAN – 1 MASIH DALAM PENCARIAN]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/update-pencarian-korban-kapal-nelayan-tenggelam-di-perairan-tegal-mas-16-ditemukan-1-masih-dalam-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p>Pesawaran &ndash; Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal nelayan yang tenggelam di Perairan Tegal Mas, Kabupaten Pesawaran, Lampung, kembali dilanjutkan pada Kamis (28/8). Tim SAR Gabungan sejak pagi hari telah membagi personel menjadi dua tim dengan memperluas radius pencarian sejauh 12 nautical mile dari lokasi kejadian. Unsur yang terlibat antara lain RIB 03 Basarnas, perahu karet Basarnas, kapal nelayan, kapal patroli Polair, serta unsur TNI AL.</p>
<p>Pencarian sempat dihentikan sementara pada siang hari, namun kembali dilanjutkan pada sore hari. Pada pukul 16.06 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban atas nama Karim (60) sekitar 8 mil laut dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Korban telah dievakuasi menuju Dermaga Pelabuhan Pantai Lempasing untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Dengan ditemukannya korban tersebut, hingga hari kedua operasi tercatat 16 orang ditemukan dari total 17 korban. Dari jumlah tersebut, 14 orang selamat, sementara 2 orang meninggal dunia atas nama Alip (20) dan Karim (60). Sementara itu, 1 korban bernama Kasbani (50) masih dalam pencarian.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos., mengatakan pihaknya akan terus berupaya maksimal dalam pencarian korban yang masih hilang. &ldquo;Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh unsur SAR gabungan untuk menemukan satu korban yang masih dalam pencarian. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar korban segera ditemukan.,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi Kantor SAR Lampung, Polairud Polda Lampung, Lanal Lampung, FRRL, serta nelayan setempat, dengan total puluhan personel yang dikerahkan. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12639</guid>
                <pubDate>Mon, 30 Mar 2026 22:08:53 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KAPAL KM TEGAR JAYA TENGGELAM DI PERAIRAN PULAU TEGAL MAS, TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN PENCARIAN]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/kapal-km-tegar-jaya-tenggelam-di-perairan-pulau-tegal-mas-tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung menerima laporan kecelakaan kapal pada Rabu (27/08/2025) pukul 23.40 WIB, sebuah kapal bernama KM Tegar Jaya tenggelam di sekitar perairan Pulau Tegal Mas setelah dihantam ombak besar pada pukul 21.30 WIB.</p>
<p>Kapal yang sedang melakukan perjalanan dari Pulau Condong menuju Pulau Tegal Mas dengan 17 orang di dalamnya tersebut mengalami musibah hingga seluruh penumpang harus menyelamatkan diri. Sebanyak 14 orang berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan yang sedang melintas dan dibawa ke Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing.</p>
<p>Sementara satu orang atas nama Dedi (39) berhasil diselamatkan oleh KM Samudra yang sedang lego jangkar di sekitar lokasi kejadian. Kemudian Kru KM Samudra meneruskan informasi Kapal tenggelam tersebut ke VTS Panjang dan &nbsp;diteruskan kepada Kantor SAR Lampung untuk bantuan SAR karena masih terdapat 2 ABK KM Tegar Jaya yang masih belum ditemukan.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. menjelaskan, setelah menerima informasi dari VTS Panjang, pihaknya langsung mengerahkan satu tim menggunakan RIB 03 ke lokasi kejadian serta satu tim lain melalui jalur darat menuju Pelabuhan Lempasing.</p>
<p>&ldquo;Hingga dini hari ini, dari total 17 orang, 15 berhasil terevakuasi, dengan rincian 14 selamat dan 1 meninggal dunia. Saat ini dua orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi pada pagi ini Kamis (28/08) pukul 06.00 WIB,&rdquo; jelasnya. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12633</guid>
                <pubDate>Mon, 30 Mar 2026 22:07:54 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[OPERASI SAR PENUMPANG KMP MUFIDAH DI PERAIRAN BAKAUHENI RESMI DIHENTIKAN SETELAH 7 HARI PENCARIAN]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-penumpang-kmp-mufidah-di-perairan-bakauheni-resmi-dihentikan-setelah-7-hari-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p>Lampung Selatan, Minggu (24/08/2025) &ndash; Tim SAR Gabungan telah menuntaskan operasi pencarian terhadap seorang penumpang KMP Mufidah bernama Primo Lumbantoruan (40), warga Karawang, Jawa Barat, yang terjatuh di perairan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.</p>
<p>Memasuki hari ketujuh pencarian, Tim SAR Gabungan kembali mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran..SRU I dengan Rubber Boat Polairud Polres Lampung Selatan melakukan penyisiran seluas &plusmn; 5 nautical mile persegi. SRU II dengan RIB 02 Basarnas Lampung melakukan penyisiran area &plusmn; 20 nautical mile persegi.</p>
<p><br>Selain itu, penyisiran juga dilakukan di sekitar bibir Pantai Kahai, Pantai Wartawan, dan sekitar Pulau Sebesi sesuai SAR Map Prediction. Tim juga memberikan himbauan kepada para nelayan setempat untuk melaporkan bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>
<p>Namun hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil. Pada pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan debriefing sekaligus musyawarah bersama pihak keluarga korban. Setelah disampaikan hasil pencarian selama tujuh hari tanpa ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, pihak keluarga menyetujui penghentian operasi pencarian dan menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya maksimal yang telah dilakukan seluruh unsur SAR.</p>
<p>Dengan demikian, pada pukul 16.30 WIB Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain personil Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, KSOP Bakauheni, Pos TNI AL Kalianda, BPBD Lampung Selatan dan Nelayan setempat.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos., melalui Wadanpos SAR Bakauheni Feriansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Kami telah berupaya maksimal selama tujuh hari pencarian sesuai standar operasi SAR, namun korban belum berhasil ditemukan. Dengan adanya kesepakatan bersama keluarga, operasi resmi dihentikan sementara. Apabila nanti ada tanda keberadaan korban, operasi SAR akan segera dibuka kembali,&rdquo; tegasnya. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12627</guid>
                <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:04:40 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN TELAH TEMUKAN SELURUH KORBAN TERSERET ARUS DI PANTAI TERJUN LAMPUNG SELATAN DALAM KEADAAN MD]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-telah-temukan-seluruh-korban-terseret-arus-di-pantai-terjun-lampung-selatan-dalam-keadaan-md</link>
                <description><![CDATA[<p>LAMPUNG SELATAN --- Tim SAR gabungan telah berhasil temukan korban kedua Rudi Irawan (26) yang tenggelam di Pantai Terjun Kec. Katibung Kab. Lampung Selatan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (27/07/2025).</p>
<p>Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Lampung, Polairud Polda Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Damkar, Polsek Katibung, relawan serta warga sekitar melakukan penyisiran dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).</p>
<p>SRU I melaksanakan penyisiran laut menggunakan rubber boat dan penyelaman di area sekitar lokasi kejadian. SRU II menyisir sepanjang bibir pantai sejauh &plusmn;2 km dari titik awal kejadian.</p>
<p>Pada pukul 08.50 WIB, korban atas nama Rudi Irawan (26 tahun) berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim penyelam pada koordinat 5&deg;37'33.98"S - 105&deg;25'9.15"T, sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Proses evakuasi selesai pada pukul 09.00 WIB dan korban diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. menyatakan kebenaran informasi tersebut. &ldquo;Hasil operasi H.2 korban a.n. Rudi Irawan (26) telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 08.50 WIB radius 50 meter dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah duka dan kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh unsur yang terlibat." ujarnya. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12621</guid>
                <pubDate>Mon, 30 Mar 2026 22:08:54 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Korban Terseret Ombak di Labuhan Jukung ditemukan Tim SAR Gabungan Dalam Keadaan Meninggal Dunia]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/korban-terseret-ombak-di-labuhan-jukung-ditemukan-tim-sar-gabungan-dalam-keadaan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p>Pesisir Barat --- Tim SAR gabungan temukan korban terseret ombak di Pantai Labuhan Jukung Kab. Pesisir Barat dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (11/07/2025).</p>
<p>Pada Jumat (11/07) pukul 06.30 WIB Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi dari nelayan bahwa ada penemuan jenazah yang mengapung disekitar lokasi kejadian. Kemudian tim SAR gabungan langsung menuju ke lokasi penemuan jenazah tersebut untuk melakukan evakuasi.</p>
<p>Sekitar Pukul 06.45 WIB tim SAR gabungan yang terdiri dari personil Pos SAR Tanggamus, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesisir Barat, BPBD Kab. Pesisir Barat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab. Pesisir Barat, Pemerintah Kab. Pesisirh Barat, pihak keluarga dan masyarakat sekitar berhasil mengevakuasi korban mengapung dalam kondisi Meninggal Dunia pada Koordinat 5&deg;11'29.07"S - 103&deg;55'41.98"T atau sekitar &nbsp;&plusmn; 200 m ke arah barat daya dari lokasi kejadian.</p>
<p>Selanjutnya Korban dibawa ke Puskesmas Pesisir Selatan (Krui) dan akan dibawa kerumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Adapun data korban bernama Aliman bin Sukemi, umur 38 Tahun dan berjenis kelamin laki laki. Korban merupakan warga Simpang Kandis Kedung Raja, Kec. Hulu Sungkai Kab. Lampung Utara.</p>
<p>Danpos SAR Tanggamus Robi Rusli mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah menyatakan kebenaran informasi tersebut. "Korban Terseret Ombak di Pantai Labuhan Jukung ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari ini Jumat (11/07) dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Krui untuk diserahkan kepada pihak keluarga.", ujar Robi. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12615</guid>
                <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:30:21 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hasil Pencarian Hari ke 2 Tim SAR Gabungan Terhadap Korban Terseret Ombak di Pantai Labuhan Jukung Pesisir Barat Masih Nihil]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/hasil-pencarian-hari-ke-2-tim-sar-gabungan-terhadap-korban-terseret-ombak-di-pantai-labuhan-jukung-pesisir-barat-masih-nihil</link>
                <description><![CDATA[<p>Pesisir Barat--- Hasil pencarian tim SAR gabungan hari ke 2 terhadap Aliman (38), salah satu korban terseret ombak di Pantai Labuhan Jukung Kab. Pesisir Barat pada Kamis (10/07/2025) masih nihil.</p>
<p>Kejadian berawal pada hari Rabu (09/07) sekitar Pukul 14.00 WIB korban atas nama Aliman (38) sedang mandi di Pantai Labuhan Jukung bersama keluarganya. &nbsp;Tiba-tiba anak korban yang bernama Ega terbawa ombak, kemudian korban berusaha menyelamatkan anaknya. Anaknya berhasil diselamatkan, namun naasnya malah korban yang tergulung ombak dan tenggelam.&nbsp;</p>
<p>Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh masyarakat sekitar ke BPBD Pesisir Barat dan diteruskan ke Basarnas melalui Pos SAR Tanggamus. Menindaklanjuti laporan tersebut Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengerahkan personil Pos SAR Tanggamus untuk menuju lokasi kejadian dan melaksanakan operasi SAR.</p>
<p>Adapun data korban bernama Aliman bin Sukemi jenis kelamin laki-laki dan berusia 38 tahun. Korban merupakan warga Talang Buyut, Kota Bumi Lampung Utara.</p>
<p>Tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.45 WIB personil Pos SAR Tanggamus bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari personil Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesisir Barat, BPBD Kab. Pesisir Barat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab. Pesisir Barat, Pemerintah Kab. Pesisir Barat, Polsek Pesisir Tengah, warga sekitar dan pihak keluarga melaksanakan assessment dan berkoordinasi untuk melaksanakan pencarian.&nbsp;</p>
<p>Hingga pukul 22.00 WIB Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dan pencarian secara visual di sekitaran lokasi kejadian, namun hasil pencarian belum sesuai yang diharapkan. Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian hari pertama dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (10/07) pagi.</p>
<p>Pencarian hari ke 2 Kamis (10/07) dimulai dengan briefing tim SAR gabungan pada pukul 07.00 WIB. Tim membagi Tim menjadi 3 SRU (SAR Rescue Unit), SRU I menggunakan Rubber Boat Basarnas melaksanakan penyisiran dengan luas area pencarian kurang lebih 3.5 Nm (Nautical Mile).</p>
<p>Kemudian SRU II menggunakan jukung milik BPBD Kab. Pesisir Barat melaksanakan penyisiran dengan luas area pencarian kurang lebih 3 Nm (Nautical Mile) dan SRU III melakukan penyisiran di tepian pantai sekitar lokasi kejadian sejauh kurang lebih 2 Km.</p>
<p>Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian menggunakan Aqua Eye (alat deteksi bawah air) di sekitar lokasi kejadian, namun tidak terlihat tanda tanda keberadaan korban. Hingga pukul 17.00 WIB pencarian dilakukan, namun hasilnya masih nihil.</p>
<p>Komandan Pos SAR Tanggamus Robi Rusli melaporkan langsung hasil pencarian hari ke 2 Kepala Kantor SAR Lampung selaku SMC (SAR Mission Coordinator). "Pencarian terhadap korban terseret ombak Aliman (38) di Pantai Labuhan Jukung hari ini masih nihil. Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (11/07) pagi.", ujar Robi. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12606</guid>
                <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:05:18 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tenggelam di Sungai , Warga Menggala Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal Dunia]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/tenggelam-di-sungai-warga-menggala-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p>Tulang Bawang --- Tim SAR Gabungan temukan M. Mantoni (25), warga Menggala yang tenggelam di sungai jalan raya Gunung Sakti kec. Menggala kab. Tulang Bawang pada Rabu (09/07/2025).</p>
<p>Menurut keterangan warga Selasa (08/07/2025) sekitar pukul 21.00 WIB korban sedang berjalan kaki ke arah terminal sesampainya korban di jembatan Bujung Tenuk. Korban sedang membuat video lalu korban bilang ingin melakukan percobaan bunuh diri di jembatan tersebut.&nbsp;</p>
<p>Mengetahui hal tersebut ibu korban menuju lokasi kejadian dan sesampainya jembatan bujung tenuk korban sudah tidak berada di lokasi kejadian dan dicurigai korban meloncat ke sungai. Kemudian ibu korban kembali ke rumah dan menginformasikan kepada ayah korban dan ayah korban bergegas menuju ke sungai tersebut kemudian pihak keluarga juga melaporkan kejadian tersebut dan meneruskan ke Basarnas untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengerahkan personil Pos SAR Tulang Bawang untuk menuju lokasi kejadian. Pukul 01.35 WIB Tiba di lokasi tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Polsek Manggala, Kodim Tulang Bawang, BPBD Tulang Bawang, RAPI, warga setempat dan keluarga korban.</p>
<p>Tim langsung menurunkan perahu karet dan beberapa nelayan setempat juga mengerahkan perahu untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tidak lama berselang sekitar pukul 01.43 WIB Tim SAR Gabungan telah menemukan korban Meninggal Dunia pada koordinat 4&deg;30'6,581"S - 105&deg; 14'33,91"T. Korban ditemukan sekitar &plusmn; 15 m dari lokasi kejadian.&nbsp;</p>
<p>Selanjutkan korban di evakuasi menuju rumah duka. Adapun data korban bernama M. Mantoni, jenis kelamin laki laki, dan usia 25 tahun. Korban merupakan warga Jl. Lintas Timur Gg Kapitan Kel Ujung Gunung Kec. Manggala Kab. Tulang Bawang.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah yang diwakili oleh Danpos &nbsp;SAR Tulang Bawang Zian Fajri mengatakan, &ldquo;Hasil Operasi SAR korban tenggelam di sungai jalan raya sakti Menggala ditemukan Meninggal Dunia sekitar pukul 01.43 WIB. Selanjutnya korban dibawa menuju rumah duka." (***)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12597</guid>
                <pubDate>Wed, 08 Apr 2026 23:33:02 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[3 Hari Pencarian Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sekitar Perairan Pulau Rimau Lunik Bakauheni]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/3-hari-pencarian-tim-sar-gabungan-temukan-korban-tenggelam-di-sekitar-perairan-pulau-rimau-lunik-bakauheni</link>
                <description><![CDATA[<p>Lampung Selatan --- Setelah melakukan pencarian selama 3 hari, Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung berhasil menemukan jenazah korban yang diduga melompat dari KMP Wira Artha dan tenggelam di sekitar Pulau Rimau Lunik Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada Jumat (27/06/2025).</p>
<p><br>Sekitar pukul 1018 WIB Tim SAR Gabungan terima info dari nelayan Pulau Canti bahwa telah melihat Jenazah yg di duga Korban di sektiar perairan Pulau 3 Kalianda, kemudian Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi tersebut.</p>
<p><br>Jenazah korban bernama Sukati, seorang perempuan berusia 42 tahun, ditemukan pada koordinat 5&deg;50'1.63"S - 105&deg;33'39.45"T atau jarak 15 mil arah Barat dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban kemudian dievakuasi tim SAR gabungan dan dibawa ke RS Bob Bazar Kalianda.</p>
<p><br>Dengan ditemukannya jenazah korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan unsur-unsur yang terlibat yang terdiri dari Tim Rescue POS SAR Bakauheni, TNI AL, Polair Polda Lampung, Polair Polres Lampung Selatan, pihak kapal KMP Wira Artha, KSOP Bakauheni, HNSI Bakauheni dan lain lain dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.&nbsp;</p>
<p><br>Komandan Pos SAR Bakauheni Rezi Kuswara melaporkan penemuan korban kepada Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah pada kesempatan pertama. "Korban diduga melompat dr KMP Wira Artha ditemukan di perairan Pulau 3 berdasarkan laporan dari nelayan pada pukul 10.18 WIB. Selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju RS Bob Bazar Kalianda untuk diserahkan kepada pihak keluarga.", ujar Rezie. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12584</guid>
                <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:07:00 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Korban Tenggelam di Sungai Way Sekampung Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal Dunia]]></title>
                <link>https://lampung.basarnas.go.id/berita/korban-tenggelam-di-sungai-way-sekampung-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p>Pesawaran --- Tim SAR gabungan temukan Bibit Raharjo (29), korban tenggelam di Sungai Sekampung, Kecamatan Negri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, terus dilakukan pada Kamis (26/06/2025).</p>
<p>Pencarian hari ke 6 tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan membagi menjadi 2 SRU. SRU I menggunakan perahu karet Basarnas melakukan penyisiran sejauh &plusmn; 12 km dari lokasi kejadian kearah hilir sungai. Selain itu tim juga melakukan manuver perahu karet dan pemeriksaan pada titik-titik yang dicurigai terdapat korban.&nbsp;</p>
<p>SRU II Melakukan penyisiran via darat di sepanjang bibir sungai dengan radius &plusmn; 6 km ke arah hilir sungai dan beberapa personil ditugaskan untuk memeriksa lokasi -lokasi yang dicurigai korban tersangkut seperti percabangan sungai dan tumpukan sampah.</p>
<p>Kemudian pada pukul 15.30 WIB tim SAR gabungan telah &nbsp;berhasil menemukan &nbsp;korban mengapung dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada koordinat 5&deg;12'21.963"S - 105&deg;9'2.038"T atau sejauh 10 km dari lokasi kejadian.</p>
<p>Dantim Rescuer Rachmat Afriza mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah menyatakan kebenaran informasi tersebut. "Hasil operasi SAR hari ke 6 pada pukul 15.30 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan mengapung. Selanjutnya tim SAR gabungan mengevakuasi korban menuju rumah duka.", ujar Rachmat. (*)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Lampung <admin.lampung@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://lampung.basarnas.go.id/12577</guid>
                <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:04:55 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
